Musyawarah Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung Tri Mulya Jaya

Musyawarah rancangan APBKam. (dok.desa/foto:Erwin)

trimulyajaya.desa.id Senin (5/02/2018). Rancangan APBKam merupakan rancangan anggaran pendapatan dan belanja kampung. Anggaran pendapatan dan belanja kampung (APBKam) adalah instrumen penting yang sangat menentukan dalam rangka perwujudan tata pemerintahan yang baik dan pelaksanaan pembangunan ditingkat kampung. Anggaran pendapatan dan belanja kampung sebagai sebuah dokumen publik sudah seharusnya disusun dan kelola berdasarkan prinsip partisipatif,transparan, dan akuntabilitas. Rakyat yang hakekatnya sebagai pemilik anggaran haruslah diajak bicara dari mana dan berapa besar pendapatan kampung dan diajak bermusyawarah untuk apa uang kampung dibelanjakan.

Musyawarah rancangan APBKam diselenggarakan di balai kampung Trimulya jaya kecamatan Banjar Agung kabupaten Tulang Bawang. Musyawarah ini dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Banjar Agung, Bapak Joko dan Bapak Heri. Kepala Kampung Trimulya Jaya Bapak Ujang Wahyu Utomo,Kapolsek yang diwakili oleh Bapak Aris, Mere Arca selaku Bhabin Kantipmas Trimulya Jaya,pendamping desa,kader pkk serta tokoh masyarakat Trimulya Jaya.

Bapak Ujang Wahyu Utomo Memaparkan rancangan APBKam. (dok.desa/foto:Erwin)

Pembahasan rancangan anggaran pendapatan dan belanja kampung tahun 2018,disampaikan oleh Bapak Ujang Wahyu Utomo mengenai berapa dana yang diterima tahun ini, untuk apa saja dana itu dibelanjakan, apakah sesuai dengan skala kebutuhan masyarakat sehingga dana yang dikeluarkan tepat sasaran. Rancangan ini nanti akan diajukan ke kecamatan,dari kecamatan akan di verivikasi setelah itu ke tingkat kabupaten. Di tingkat kabupaten akan di evaluasi dan di singkronkan sesuai visi misi Bupati,setelah itu baru ditetapkan APBKam.

Bapak Joko perwakilan dari Kecamatan sedang menyampaikan tentang penyusunan rancangan APBKam.( dok. desa/foto: Erwin)

Ketika seorang kepala kampung terpilih maka ia mempunyai kewajiban dan tugas menyusun visi dan misi yang nanti akan dituangkan dalam RPJM (rencana pembangunan jangka menengah kampung) yang usianya sama dengan jabatan kepala kampung yaitu enam tahun. Dari RPJM ini akan dipecah lagi menjadi rancangan pemerintah kampung persatu tahun anggaran. Dari rancangan pemerintahan kampung akan dituangkan dalam APBKam. Hal ini disampaikan oleh bapak joko.

Bapak Joko juga menambahkan, amanah dari Bapak Camat mengenai penyusunan rancangan APBKam yaitu : yang pertama, APBKam mohon dimaksimalkan untuk masyarakat. Kedua, semua kegiatan yang diprogramkan harus berdasarkan musyawarah. Dalam penyusunan progam,penyusunan anggaran,pengelolaan tata kelola anggaran harus diperhatikan beberapa akses yaitu trasparan,akuntabilitas dan yang paling penting partisipasi dari masyarakat. Ketiga, pengangkatan aparatur kampung wajib hukumnya harus berdasarkan rekomendasi dari Bapak Camat atau dikonsultasikan terlebih dahulu.

Antusias para tokoh masyarakat, aparatur kampung, BPK , FKM, dan kader Pkk dalam musyawarah APBKam. (dok.desa/foto:Erwin)

Dengan demikian harapan tentang APBKam yang digunakan untuk kesejahteraan rakyat benar -benar akan terwujud dan dapat memberikan arti serta nilai bahwa tata kelola pemerintahan kampung dijalankan dengan baik. Dengan adanya musyawarah ini masyarakat jadi tahu kemana dana tersebut dibelanjakan dan untuk apa.

Bapak Joko dari kecamatan menyampaikan amanah dari Bapak Camat. (dok.desa/foto:Erwin)