Mengaji dan berbuka puasa di taman baca masyarakat tri mulya jaya

Dewan guru memberikan pengertian kepada anak-anak pentingnya berpuasa. Dok desa.id / fhoto/sulis).

trimulyajaya.desa.id     Jum’at 08/06/2018  di jaman seperti sekarang ini banyak hal-hal penting yang semakin pudar dalam kehidupan kita sekarang ini. Baik secara sadar maupun tidak sadar banyak yang kita tinggalkan karena dirasa hal tersebut tidaklah penting. Padahal banyak diantara hal-hal tersebut merupakan suatu yang sakral, menyangkut kehidupan kita. “Mengaji itu tanpa mengenal batas umur. Mengaji itu bagi umat muslim sangat diperlukan sepanjang orang itu masih hidup dan itulah salah satu perwujudan kita dalam menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat”.

Pernahkah terpikir oleh kita kenapa seseorang ketika kecil dengan berbaju koko dengan membawa “Juz’ama” berjalan dengan temannya menuju masjid untuk mengaji dan ketika mereka dewasa tak seharipun mereka habiskan untu berada di masjid. Itulah yang dimaksudkan pergeseran nilai di dalam kehidupan dewasa, mengaji selalu di identitaskan dengan membaca alqur’an. Mungkin ini yang menjadi salah satu faktor penyebab kenapa orang-orang tidak mau karena tidak bisa dan malu, padahal mengaji alqur’an adalah salah satu yang sangat menyenangkan. Mengaji sendiri sebenarnya bukan sebuah alternatif, tapi mengaji adalah sebuah kewajiban.

Bapak-bapak dan anak-anak sedang menikmati hidangan berbuka puasa. (Dok desa.id / fhoto sulis).

Dalam acara  yang diadakan di taman baca masyarakat (TBM rumah kita) dibulan ramadhan ini yang dilaksanakan setiap jum’at, yang dihadiri para guru, anak-anak, pengurus TBM dan aparatur kampung tri mulya jaya. Dalam acara tersebut bukan hanya diadakan ngaji bersama tetapi di adakan juga mewarnai yang dilaksanakan secara beregu oleh anak-anak (TBM). Dalam acara tersebut salah satu guru taman baca masyarakat memberikan tausyah atau ceramah agama yang diharapkan dapat menumbuhkan sifat kepedulian terhadap sesama, kepada anak-anak serta membangun budi pekerti saling tolong menolong.

Setelah semua acara tersebut selesai, dan tiba waktu adzan mahrib anak-anak taman baca masyarakat (TBM) telah membatalkan puasa dengan minum segelas air mineral. Setelah itu anak-anak di ajak sholat maghrib berjamaah di masjid terdekat, setelah selesai sholat, tiba waktunya anak-anak melakukan (BUKBER) berbuka bersama. Dalam acara buka bersama terliat anak-anak sangat menikmati makanan yang telah disediakan oleh panitia taman baca masyarakat.

Bapak-bapak  sedang memperhatikan anak-anak yang sedang belajar. (Dok desa.id / fhoto:sulis).

Diharapkan dengan diadakannya ngaji bersama, mewarnai, ceramah agama, buka bersama di taman baca masyarakat (TBM) anak-anak bisa lebih semangat dalam belajar membaca maupun belajar ngaji. Dibulan ramadhan yang penuh berkah ini mudah-mudahan anak-anak menjadi lebih faham indahnya bulan suci ramadhan dan meningkatkan ketakwaan anak-anak.