Suntik rubella untuk balita di posyandu tri mulya jaya 2018.

Ibu-ibu dan balita sedang melakukan foto bersama. ( Dok desa.id / fhoto / monok ).

trimulyajaya.desa.id     Jum’at 21/09/2018   Campak rubella adalah penyakit infeksi virus yang menyerang kulit dan kelenjar getah bening. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, umumnya rubella hanya menimbulkan gejala ringan yang tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Rubella menjadi penyakit membahayakan ketika menginfeksi ibu hamil, karena dapat menimbulkan kecacatan pada janin yang dikandung. Penyakit rubella disebabkan oleh virus rubella. Virus ini menyebar dari satu orang ke orang lain melalui percikan air liur saat penderita rubella bersin, batuk, atau berbagi makanan dengan orang lain yang sehat.

Selain itu dapat muncul gejala lain berupa sakit kepala, pegal-pegal, tidak nafsu makan, mata merah, atau nyeri sendi. Namun demikian pada orang yang daya tahan tubuhnya baik, rubella seringkali hanya menimbulkan gejala ringan, atau bahkan tak bergejala sama sekali. Rubella menjadi berbahaya ketika ibu hamil yang terinfeksi, karena infeksi rubella pada ibu hamil dapat menimbulkan kecacatan janin. Bayi yang lahir nantinya berpotensi mengalami congenital rubella syndrome, yaitu kecacatan bayi akibat infeksi Rubella yang ditandai dengan penyakit jantung bawaan, gangguan pendengaran, katarak, retardasi mental, atau gangguan hati dan sumsum tulang.

Bidan desa Silki Maisa sedang melakukan suntik rubella kepada salah satu balita. ( Dok desa.id / fhoto : monok ).

Dalam pos pelayanan imunisasi rubella kali ini telah dihadiri oleh tiga bidan dari puskesmas tulang bawang, satu bidan desa dan di bantu oleh tujuh kader posyandu kampung tri mulya jaya. Bidan yang di bantu kader posyandu yang bertugas melakukan suntik imunisasi rubella kepada anak-anak balita yang ada di kampung tri mulya jaya. Sedangkan kader posyandu membantu mengapsen mengarahkan dan membantu mempersiapkan keperluan balita yang akan melaksanakan suntik rubella.

Rubella dapat dicegah dengan imunisasi rubella. Di Indonesia imunisasi rubella diberikan dalam bentuk imunisasi MMR atau MR. Jenis imunisasi ini diberikan pada usia 15 bulan. Kemudian diulangi lagi pada usia 5 tahun. Bila orang dewasa belum menerima imunisasi ini, imunisasi MR atau MMR juga dapat diberikan pada orang dewasa asalkan tidak sedang hamil. Pada wanita sebaiknya tidak merencanakan kehamilan dalam 1 bulan setelah imunisasi rubella.

Bidan desa Silki Maisa sedang menjelaskan pentingnya imunisasi rubella kepada balita. ( Dok desa.id / fhoto : monok ).

Dengan diadakannya suntik rubella ini di harapkan anak-anak balita menjadi lebih sehat dan terhindar dari campak rubella. Selain dengan imunisasi tindakan lain yang juga bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran rubella adalah menghindari kontak dengan penderita rubella. Khususnya jika Anda belum pernah mendapatkan vaksin MMR atau MR, menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan, misalnya saat anda pulang dari bepergian atau melakukan kontak dengan penderita rubella.