Kunjungan kerja kepala perwakilan BKKBN provinsi lampung ke kampung (KB) tri mulya jaya 2018.

Kepala dinas perwakilan BKKBN beserta jajarannya fhoto bersama dengan aparatur kampung dan ibu-ibu kader posyandu tri mulya jaya. ( Dok desa.id / fhoto : monok ).

trimulyajaya.desa.id      jum’at 02/11/2018    Kepala perwakilan BKKBN provinsi lampung Uliantina Meiti,SE.,MM. beserta jajarannya tiba di kampung ( KB ) kampung tri mulya jaya, kecamatan banjar agung, kabupaten tulang bawang, provinsi lampung. Yang didampingi Dra.Lusiana, M.AP. Kepala dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana kabupaten tulang bawang beserta jajarannya. Untuk melakukan kunjungan kerja ke kampung ( KB ) kampung tri mulya jaya. Uliantina Meiti,SE.,MM. beserta jajarannya meninjau beberapa titik yaiyu pelayanan publik posyandu dan kantor kampung tri mulya jaya. Rombongan Kepala perwakilan BKKBN provinsi lampung tiba di kampung ( KB ) kampung tri mulya jaya sekitar pukul 14.55 WIB.

Dalam acara tersebut dihadiri kepala kampung tri mulya jaya Ujang Wahyu Utomo,SE. beserta jajarannya, bidan desa Silki Maisha,Amd beserta kader posyandu. Juga terlihat dalam rombongan, yaitu Heriyanto.S.KOM dan Sunardi selaku petugas keluarga berencana Kecamatan banjar agung bersama staf lainnya. Dalam penyambutan Kepala perwakilan BKKBN provinsi lampung Uliantina Meiti,SE.,MM. beserta rombongan di adakan secara sederhana. Dalam sambutannya Uliantipa Meiti,SE.,MM. selaku Kepala perwakilan BKKBN provinsi lampung menyampaikan kepada ibu-ibu dan bapak-bapak yang hadir di posyandu kampung tri mulya jaya. Bahwa pentingnya mengikuti program keluarga berencana (KB) karena untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang diinginkan. Untuk dapat mencapai hal tersebut maka dibuatlah beberapa cara atau alternatif untuk mencegah ataupun menunda kehamilan. Cara-cara tersebut termasuk kontrasepsi atau pencegahan kehamilan dan perencanaan keluarga.

Bidan desa Silki meisha sedang melakukan pemerisaan kepada ibu Kasiem yang disaksikan Ibu Uliantina Meiti,SE.,MM. yang didampingi Dra.Lusiana, M.AP. ( Dok desa.id / fhoto : monok ).

Metode kontrasepsi bekerja dengan dasar mencegah sperma laki-laki mencapai dan membuahi telur wanita atau mencegah telur yang sudah dibuahi untuk berimplantasi (melekat) dan berkembang di dalam rahim. Kontrasepsi dapat reversible (kembali) atau permanen. Kontrasepsi yang reversible adalah metode kontrasepsi yang dapat dihentikan setiap saat tanpa efek lama di dalam mengembalikan kesuburan atau kemampuan untuk punya anak lagi. Metode kontrasepsi permanen atau yang kita sebut sterilisasi adalah metode kontrasepsi yang tidak dapat mengembalikan kesuburan dikarenakan melibatkan tindakan operasi. Metode kontrasepsi juga dapat digolongkan berdasarkan cara kerjanya yaitu metode barrier (penghalang), sebagai contoh, kondom yang menghalangi sperma.

Metode mekanik seperti IUD atau metode hormonal seperti pil. Metode kontrasepsi alami tidak memakai alat-alat bantu maupun hormonal namun berdasarkan fisiologis seorang wanita dengan tujuan untuk mencegah fertilisasi (pembuahan). Faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi adalah efektivitas, keamanan, frekuensi pemakaian dan efek samping, serta kemauan dan kemampuan untuk melakukan kontrasepsi secara teratur dan benar. Selain hal tersebut pertimbangan kontrasepsi juga didasarkan atas biaya serta peran dari agama dan kultur budaya mengenai kontrasepsi tersebut. Faktor lainnya adalah frekuensi bersenggama, kemudahan untuk kembali hamil lagi, efek samping ke laktasi dan efek dari kontrasepsi tersebut di masa depan. Sayangnya tidak ada metode kontrasepsi kecuali abstinensia (tidak berhubungan seksual) yang efektif mencegah kehamilan 100%.

Kepala kampung Ujang Wahyu Utomo,SE. dan ibu-ibu kader posyandu sedang mendengarkan sambutan ibu Uliantina Meiti,SE.,MM. ( Dok desa.id / fhoto : monok ).

Dengan di adakannya pelayanan program keluarga berencana (KB) dan kunjungan kerja dari Kepala perwakilan BKKBN provinsi lampung. Mudah-mudahan masyarakat kampung KB tri mulya jaya, dapat membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekuatan sosial – ekonomi suatu keluarga dengan cara mengatur kelahiran anak, agar diperoleh suatu keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. menurunkan tingkat atau angka kematian ibu dan bayi serta penanggulangan masalah kesehatan reproduksi dalam rangka membangun keluarga kecil yang berkualitas.